hanya ingin bertahan

aku ingin menjadi pohon
dengan akar yang kuat menghujam ke bumi
dengan pucuk yang tinggi mencakar langit
dengan daun yang lebat rindang
dengan buah yang manis lezat.

tapi jika itu tak bisa ku dapat,
izinkan aku tetap menjadi pohon
yang tetap berdiri meski akarnya rapuh
yang tetap bertahan meski tanpa dedaunan
yang masih bermanfaat tuk burung hinggap
atau setidaknya, jasadku dapat dijadikan kayu olahan.

Duhai Ilahi,
Aku hanya ingin bertahan..


November 2009
Clerkship: Surgery dept.
antara harapan dan kegelisahan

Nadal juga bukan kidal!

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa seorang Rafael Nadal-Parera dengan jurus kojo 'backhand dua tangan' yang menyabet Australian Open 2009 lalu ini ternyata bukanlah seorang kidal. "Saya bermain dengan dua tangan sampai umur 11 tahun", kisah Rafa tentang sejarahnya, "Kemudian paman bilang saya harus memukul forehand dengan satu tangan dan saya memilih kiri" Paman nya adalah Toni Nadal yang juga berperan sebagai pelatihnya. Bukan hanya itu saja kisah menarik dalam kehidupan seorang Rafa -panggilan akrabnya-, dalam masa kecilnya ternyata ia sangat menyukai sepak bola. Tercatat saat Nadal berada di Junior league, ia mencetak ratusan gol yang membuat namanya harum sebagai pemain sepak bola terbaik pada usianya. Namun, keputusan itu kembali dibuatnya. Sang Ayah, Sebastian Nadal memintanya untuk memilih salah satu dari kedua olahraga yang ia sukai itu. Dan ia memilih tenis dengan prestasi pertama sebagai juara Spanyol dan Eropa saat ia berusia 12 tahun.

Berangkat dari kisah Nadal, saya mencoba mengambil pelajaran. Bahwa tidak semua hal yang membawa kita pada masa emas kita -atau sebuah kesuksesan- adalah hal yang paling kita sukai pada awalnya. Setiap kita punya impian dan kesukaan pada jalur masing-masing untuk membuat sejarah kesuksesan dalam hidup kita. Kalau amati di sekitar saya saja, ada sebuah fenomena menarik untuk saya angkat. Ada beberapa teman saya, yang kuliah di Fakultas Kedokteran hanya karena permintaan orang tua. Pada awalnya memang sulit, terlepas dari yang memilih untuk berhenti dan tidak melanjutkan, ternyata banyak juga yang berhasil menyelesaikan kuliah -bahkan dengan nilai yang memuaskan-

Melihat kembali kisah hidup pemain tennis muda tadi, saya pun merefleksikan nya pada kehidupan saya. Bahwa orang-orang terdekat saya telah memberikan berbagai saran -terkadang saran yang sedikit memaksa- untuk kehidupan saya. Ternyata, jika dilalui dengan hati yang lapang dan niat yang tulus, semua itu bisa dilalui. Bahkan, itu mungkin menjadi bagian terbaik dalam hidup kita. Kalau Nadal yang sebenarnya tidak kidal saja bisa menjadi bintang, mengapa saya tidak bisa? Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan dengan segala konsekuensinya. Kita akan dinilai, dengan apa yang kita pilih. Bukan pada apa-apa yang tidak kita pilih. Dan indahnya hidup, saat kita memiliki orang-orang berpengalaman yang mencintai kita. pilihan-pilihan itu seolah berbicara dengan lugas tentang apa keunggulannya masing-masing. Alhamdulillah. Thanks mom, thanks dad. Finally, mission acomplished! Lets start a new one..

"I always wanted to be honest with myself and those who have had faith in me"
(Rafael Nadal)

Kapan mau Nikah?

Hari-hari ku lewati hanya sendiri tanpa kekasih..
Tapi tetap ku nikmati indahnya hari tanpa tambatan hati.
Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit bersama mentari

Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada,
Masih ada cinta di hati
..
(Masih Ada, Ello)

“Sudah tau kan” ungkap seorang teman dalam sebuah pembicaraan singkat di telepon, “akhir pekan ini beliau menikah?” tentang seorang akhwat yang kami kenal lewat salah satu lembaga da’wah. “Oh ya? Subhanallah ya..” Saya sempat terkaget-kaget, kemudian tersadarkan “beliau kan akhwat, memang biasanya lebih cepat kalau dibandingkan dengan ikhwan..” Kalau dihitung-hitung, maka pembicaraan telepon –yang saya anggap sebuah undangan juga- tadi, adalah undangan pernikahan yang ke-enam yang saya terima dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa diantaranya adalah kerabat saudara dan sisanya adalah sahabat-sahabat perjuangan di beberapa lembaga da’wah. Akhir pekan ini misalnya -jika ditambah dengan akhwat tadi- maka akan ada tiga walimahan (resepsi pernikahan) yang akan saya hadiri pada hari yang sama.

Dibalik kebahagian yang saya rasakan saat menerima undangan-undangan tersebut, ada juga rasa gundah yang mulai melingkupi hati saya. Tentang pernikahan. Sebuah bentuk ibadah yang begitu indah dan menyenangkan. Setidaknya begitulah pengakuan beberapa sahabat yang sudah melakoninya. Saya tidak mau menulis dan membayangkan lebih jauh tentang hal ini. Karna saya tau, pernikahan bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis dan romantisme ala roman picisan. Terlepas dari segala bentuk kenikmatan yang ditawarkan, pasti ada usaha dan perjuangan untuk meraih dan menjaganya. Apalagi harus bergulat dengan dilema kemandirian ekonomi dan pendidikan. Bersamaan dengan upaya sungguh-sungguh untuk menjaga agar keberkahan pernikahan tak terkotori dengan hal-hal yang melanggar syari’at. Yang perlu dikomunikasikan dengan sangat cantik pada pihak orangtua dan keluarga. Sehingga muncul rasa iri melihat keberanian dan kesungguhan kawan-kawan saya untuk melengkapi separuh agamanya itu.

Saya meyakini bahwa pernikahan adalah bagian dari kehidupan saya. Bagian dari ibadah. Yang perlu dilandasi niat yang benar dan ilmu yang memadai. Sesuatu yang perlu saya siapkan. Yang perlu waktu untuk menyelesaikannya. Saya ingin, saat saya menjalankannya nanti, saya telah mengetahui dan mengerti dengan bagaimana seluk beluknya. Meskipun saya yakin, tak ada yang bisa menandingi kesempatan untuk mengenal sesuatu lebih dalam selain langsung melakukan dan menyelaminya sendiri.

Ingin sekali menjawab pertanyaan retorika baginda rasul, shalallahu’alaihi wassalam “Apa yang menghalangi seorang mukmin untuk mempersunting istri?” kemudian beliau melanjutkan “Mudah-mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat la illaha illaLlah.” Kalimat yang sangat mendalam ini saya dapatkan dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, pakar nikah dan parenting saat membaca karya fenomenalnya, Kupinang Engkau dengan Hamdallah.

Semoga Allah berikan saya kesempatan untuk mengakhiri masa lajang ini dengan berkah. Dan memberikan pernikahan yang berkah suatu saat nanti..Semoga disegerakan, agar saya dapat mendengarnya berkali-kali “Baarakallahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir..” Amiin.

tak kan mungkin kita bertahan
hidup dalam kesendirian
panas terik hujan badai
kita lalui bersama..
saat hilang arah tujuan
kau tahu kemana berjalan
meski gelap meski terang
kita lalui, bersama..
(Tak Seindah Biasa, Siti Nurhaliza)

FIMA student camp is coming! (again)

Yup. FIMA camp 09.
FIMA = Federation of Islamic Medical Association
student camp = camp untuk med-stu!
2009 = yes, this year!

FIMA student camp tahun ini di Langkawi, Malaysia. untuk info lebih lanjut silakan liat fimastudentcamp.blogspot.com

Melihat tanggal nya (24-31 july) membuat saya pesimis akan ikut, mengingat nilai tahun ke-empat saya yg tidak terlalu bagus karna SOOCA *alhamdulillah lulus..* maka 12 SKS yg dipengaruhi secara langsung oleh nya, need to be fixed up! untuk mendapatkan IPK lulus sarjana kedokteran yg lebih baik lg. Maka saya harus ikut remed. yg mungkin akan berbentrokan? Iya kah? mudah2an tidak.

Melihat kembali judulnya, saya jd ingat kenangan yg tak terlupakan sekitar 2 tahun lalu. waktu ikut 9th FIMA SC di Bogor. Subhanallah. luar biasa sekali! kalo enggak salah inget, cuma 4 hari yah? *long term memory yg buruk* hari-hari yg sy lalui di FIMA SC itu adalah hari-hari yang merubah sejarah hidup saya! *tanpa bermaksud untuk melebih2kan!* ada begitu banyak hal yang terjadi, dokumen foto nya sampe 2 GB! tapi kenangan di hati sy jauh lebih banyak dr pada itu..Dan ini beberapa diantaranya.

Di sini, sy mendapatkan kuliah yg sangat mantap! materinya sederhana dan sering banget sy dapatkan, bahkan sy pernah memberikan materi ini untuk adik2 mentor: TIME MANAGEMENT. yup, manajemen waktu, STD banget? tentu tidak, kalo sy bilang yg ngasih materinya adalah seorang dokter spesialis pediatric cardiologist. Yup, namanya dr. Riyadh. Waktu kasih lecture ini, beliau pake kaos putih *tanpa dasi* jauh2 dari riyadh (Saudi) untuk kasih lecture 2 jam. Pfuh, tapi..tidak percuma! beliau membahas teori dan juga praktek. sampai hal2 sederhana spt: bgmn mengatur meja kerjamu? dgn bhs inggris yg fluent tp aksen arab yg kental, beliau berbicara ttg manajemen dari perspektif aplikatif seorang dokter muslim. two tumbs up. Syukran, atas kuliahnya dok..
dr.Riyadh-dr.Shaleh-saya 2 tahun yg lalu

selain kuliah dan ilmu aplikatif lain yg begitu luar biasa..sy juga bertemu dgn orang-orang luar biasa dari berbagai penjuru dunia. Ada yg dari saudi, sudan, turki, inggris, bahkan Palestina!! dari Palestina ada satu orang. namanya Ahmad. waktu ada kesempatan untuk free talk, dia memanfaatkanya utk kasih presentasi ttg kondisi medical school di Gaza yg sgt memprihatinkan. bayangkan itu dua tahun lalu loh. sebelum agresi besar2an israel. Pfuh..sedih banget. So emotional..waktu perpisahan semua orang meluk Ahmad. kita enggak tau bisa ketemu dia lagi ato enggak. yg sy ingat, dgn penuh karisma dia bilang "We'll meet again, in heaven insyaAllah." Dalem bgt..dan syukurnya, sy ketemu dia lagi, di FB. kira2 satu pekan yg lalu Ahmed nge-add. skr bliau lg di Kairo, sedang berharap2 bisa pulang kampung ke Gaza untuk liburan kuliah. Mari kita do'akan..

Ada juga artis FIMA SC kita, yaitu: the Al-Fakhouri twin brothers. Abdul Aziz dan Faisal. Mereka dari riyad(Saudi) tapi keturunan palestina. meskipun begitu, mrk lebih cocok disebut bule. hehe..kenapa disebut artis? karna semua peserta camp mau foto sama mereka. diapit. jadi keliatan banget kembarnya. haha..hal yg paling berkesan sebenarnya bukan saat itu. Tapi, waktu umroh tahun lalu, sy kirim e-mail & nghub mrk kalo sy akan umrah. sy kira riyad dan mekah itu dekat..*ternyata..* jadi stelah umroh sy selesai, mrk berdua datang dengan pesawat 2 jam dari riyadh ke jeddah untuk bertemu dgn saya..ya. naik pesawat. trus, jalan2 keliling jeddah pake mobil yg mrk sewa, main ice skating, makan ayam Al-Baik, sampe menunjukkan laut merah *yg berwarna biru* yg sangat indah..Subhanallah. what a day!
abdul aziz/faishal-saya-faishal/abdul azis

FIMA SC juga mempertemukan sy dengan ratusan orang hebat dari dalam negri *aih kayak ayam* yg luar biasa hebatnya. dengan mengenal mereka sy mengenal dunia. dengan membersamai mereka sy membersamai dunia. Wah..kalau disebut satu-satu enggak akan cukup *bilang aja lupa.* Mas Dodik, Ustadz dari Solo. Mas Gofur, ketua fuldfk yg dulu. Mas Anang, ketua fuldfk yg skr. Ka Ali, ketua fuldfk sblm mas anang. Mas Fajrin, vokalis sheila on 7 *Oopss..* dek Reza, ahli anatomy. Bang Poby, yg sering kasih oleh2. Akh Fauzan, bang Udin, Cilu, Arifa, mas Radit, dan banyaaaaaak lagi orang hebat yg lain. Ya Allah, bersyukur sekali bisa dipertemukan dgn mereka semua. dan ukhuwwah itu tetap terjalin hingga kini..dan makin rambatan ukhuwwah itu makin membesar..Keren deh! ini yg paling sy syukuri dari semua manfaat FIMA SC!! Alhamdulillah..
orang-orang ini..

Semoga bisa ikut FIMA student camp (again..)
dan menceritakan kembali indahnya FIMA SC nanti.
Amiin...


Obama: Hamas dan Israel

"Saya pikir penting melakukannya di Kairo, karena sumber masalah utama hubungan Islam dan Amerika Serikat belakangan ini berada di kawasan Timur Tengah. Ini memang nyaris terkesan mencederai Indonesia, karna bukan hanya saya pribadi yang mengenal dekat budayanya, adik tiri saya kelahiran Indonesia.." kira-kira itu jawaban seorang Barrack Hussein Obama ketika ditanya oleh para wartawan mengapa memilih mesir -bukan indonesia yang merupakan negeri dengan penduduk islam terbanyak di dunia- untuk menyampaikan "kuliah singkat" nya tentang sikap AS dan dunia islam. Sayang sekali kawan, Si bebek sawah ini -julukan presiden AS yg dikasih teman2nya waktu SD di Indonesia- enggak milih indonesia, apa karna Indonesia terlalu sibuk sama kampanye pilpres? Wallahu'alam. Dalam 55 menit pidatonya, obama membahas banyak hal, tapi kalau disimpulkan sih, kira2 ada tujuh hal yg beliau anggap paling krusial buat dibahas bareng2 negara2 islam, yaitu: 1. Terorisme *ya iyalah, pastinya hal ini yg bikin istilah islamophobia di masyarkat AS, regardless belum terbukti dgn pasti bahwa pelaku 9/11 adalah al-Qaidah* 2. konflik Israel-Palestina *Hal ini yg bikin sy penasaran..* 3. senjata nuklir *Iran..oh Iran..* 4. demokrasi, 5. kebebasan beragama, 6. hak-hak wanita, dan 7. Pembangunan ekonomi.

Ada beberapa hal2 penting yg menarik waktu ditanya seputar Palestina-Israel.. Kata obama, terlalu prematur buat bisa menjawab perbedaan pendekatan penyelesaian masalah ini antara dirinya dgn si Bush,, tapi, mungkin kita bisa lihat beberapa jawabannya dari ungkapan beliau sendiri saat ditanya tentang dua hal. Hamas dan Israel.

Untuk Hamas..
"Hamas mempunyai dukungan di sebagian warga Palestina. Juga saya katakan, Hamas harus mulai memikul tanggungjawab jika ingin menjalankan pemerintahan. Hamas harus sadar tak mungkin menjalankan pemerintahan tanpa mengakui eksistensi negara tetangganya, Israel. Menghilangkan Israel adalah sebuah ilusi. Kini hamas harus memutuskan apakah hanya tertarik berbicara atau menghasilkan karya nyata. Jika memang serius, Hamas harus keluar dari jalan kekerasan dan mengakui hak hidup Israel. Jika ini dilakukan, masih banyak hal lain yang dapat dinegosiasikan. Maka pilihan sebenarnya berada di tangan Hamas."

Untuk Israel..
"Pertama, saya telah menjelaskan bahwa hubungan AS dan Israel amat kuat, tak mungkin putus, partai apapun yang berkuasa di Kongres. Hubungan ini amat dalam, karena faktor budaya dan sejarah. Jadi jgn harap hubungan ini akan putus. Tentang PM Netanyahu, dia baru saja menyusun pemerinthan koalisi yang tak mudah, dan baru 2 bulan menjabat. Saat ini banyak warga Israel kehilangan kepercayaan thdp proses negosiasi. Sy percaya PM Netanyahu akan menghidupkan kembali kpercayaan ini..." lalu disambung lagi "Paling tidak berilah kesempatan beberapa bulan lagi sebelum menyatakan penyelesaian kasus Palestina pasti gagal"

In the End, US is still US..ujung-ujungnya sama juga. Padahal banyak kalangan yg mnaruh harapan pada Om Obama yg berAyahkan orang islam ini, untuk menyelesaikan masalah Palestina. tapi..yah begitulah faktanya. Setidaknya, ada sambutan yg beda dibanding dengan si Bush. Bush dapet sepatu yang *sayangnya* tidak mendarat di mukanya, tapi Obama dapat dua kali teriakan "I love you!" waktu menyampaikan speechnya di Hall Universitas Kairo, Mesir. Oh ya, sisi positif lain yg juga bisa dlihat: Obama juga mengecam tindakan pembuatan pemukiman warga Israel di tanah Palestina. yang belakangan ini makin merisaukan..*tapi enggak berani bilang langsung, karna kalo ke sodara dekat harus ngomong baik2..* Obama juga setidaknya pernah berjanji buat narik pasukan di Irak *sayangnya, malah dipindahin ke Pakistan dan Afghanistan* duh..

Miris ya melihat kenyataan ini. Tapi jangan pernah berhenti berharap..Smoga Allah kasih jalan terbaik, dan membuka hati mas Obama yang doyan nasi goreng dan bakso ini untuk menyelesaikan permasalahan2 yg makin rumit ini.

di akhir speechnya ttg israel-palestina, ada kata2 indah yg sy suka: "Too many tears have flowed. Too much blood has been shed. All of us have a responsibility to work for the day when the mothers of Israelis and Palestinians can see their children grow up without fear; when the Holy Land of three great faiths is the place of peace that God intended it to be; when Jerusalem is a secure and lasting home for Jews and Christians and Muslims, and a place for all of the children of Abraham to mingle peacefully together as in the story of Isra, when Moses, Jesus, and Mohammed -peace be upon them- joined in prayer."

Ya Allah, izinkan kening ini merasakan sujud di sajadah masjid Al-Aqsho..